Cara elegan menghadapi keterpurukan

Dalam hidup yang sulit dan penuh rivalitas ini mungkin banyak diantara kita yang sedang mengalami nasib kurang baik atau dalam hal ini kita sebut sedang terpuruk.
Banyak faktor yang mempengaruhi keterpurukan hidup seseorang,  baik itu karena usahanya bangkrut dengan berbagai faktor penyebab,  ataupun mungkin karena di PHK oleh perusahaannya,  dll.  Sehingga hal ini tidak jarang akan menimbulkan mental down yang berimplikasi pada berkurangnya semangat untuk sekedar bertahan dalam kehidupan yang keras ini.
Hal ini bisa dimaklumi karena keadaan terpuruk merupakan keadaan yang sangat rendah,  berada dititik terbawah dari apa yang mereka pernah raih selama ini,  misal seseorang yang usaha nya lagi mapan,  segala ada,  apapun bisa diselesaikan dengan uang,  tiba2 usaha nya hancur tertipu atau karena bencana dll,  terus hutangnya dimana mana,  aset nya habis..  Yang tersisa cuma dirinya sama kartu identitas.  Bagaimana ngerinya keadaan ini,  dapat dipastikan teman teman pun hanya menjadi segelintir,  kebanyakan menjauh dan bahkan mencemooh..  Jadi jangan berharap kebaikan dan kedermawanan dahulu bisa menjamin kesetiaan dari teman teman kita.
Keadaan ini bisa menimbulkan keputusasaan pada diri nya,  tidak mempunyai spirit dalam mengarungi kehidupan. Untuk mencegah hal ini terjadi pada kondisi seseorang yang mengalami keterpurukan maka ada 4 unsur penting yang harus lebih dipahami secara aktif dan dilaksanakan,  yaitu :
1. Kecerdasan intelektual,: dimana manusia dalam menyikapi hidup atau keadaan baik atau buruk harus selalu menjaga akal sehat,  dengan logika dan fakta nyata. Harus bisa berpikir bahwa suatu keadaan bisa dirubah dengan langkah langkah sistematis dan metode metode hasil pemikiran positif dari logika kita. Kita jangan terpaku atau bahkan menuding keadaan kita sekarang diakibatkan ini itu atau si anu si itu,  kita harus bisa menilai berdasarkan logika dan aspek sebab akibat.
2. Fisik dan jasmani yang kuat, : dalam hal ini bukan berarti fisik kita harus seperti atlet atau tentara,  namun kita harus bisa menjaga kesehatan dan kesemaptaan jasmani kita.  Ya bagaimana mau bangkit kalau badan kita saja sakit sakitan. Jadi intinya kita harus mempunyai badan yang bugar,  fit,  dan sehat.
3. Mental dan sikap, : ketika kita dijurang terbawah,  teman teman menjauh,  partner bisnis kabur,  apa yang dirasakan oleh kita?  Tentunya kita pasti merasakan diri kita sebagai orang yang tidak berguna dan lebih mengasihani diri sendiri. Namun jangan begitu,  seharusnya mental kita dipompa kearah positif dan di charge dengan hal hal positif yang bisa menguatkan mental kita, jangan lah dianggap kiamat keadaan terpuruk tetapi anggaplah awal dari pencapaian yang akan lebih baik, jangan hiraukan harta yang habis anggaplah sebagai uang sekolah dari pembelajaran atas masalah kehidupan ini. Kuatkan mental kuatkan tekad kita.  Dan jangan lupakan sikap/ attitude, kita harus menjaga sikap kita baik dalam bermasyarakat atau dalam kehidupan sosial lainnya,  apabila sikap kita dahulu kurang begitu bagus maka perbaikilah karena ini salah satu modal supaya kita bisa bangkit dan bersinar lagi.
4. Religius, : apabila dahulu kita merasa jauh dariNya maka lebih mendekatlah,  karena kita sadari kehidupan dunia akan terasa mudah apabila kita yakin akan pertolonganNya.  Dan kereligiusan kita akan menuntun kita ke arah jalan yang positif yang sangat dibutuhkan dalam melewati jurang krisis kehidupan.

Apabila kita telah memahami dan melaksanakan 4 unsur diatas,  maka saatnya kita bergerak, awalilah dengan apa yang bisa buat kita dan keluarga  (apabila sudah menikah) kuat untuk menjalani hidup dan bertahan hidup. Ini kita berasumsi kita dah benar benar didasar jurang keterpurukan. Carilah pekerjaan yang bisa menghasilkan dan mencukupi untuk sehari hari,  atau apabila kita punya keahlian coba kembangkan dan jadikan usaha supaya mendapat hasil. Jangan terbentur gengsi atau malu,  karena kita harus sudah menyadari bahwa kita sudah berada di titik 0, atau bila hutang hutang kita banyak mungkin kita ada dititik minus,  tidak ada yang perlu ditutupi,  justru ini harus jadi pelecut semangat kita untuk membuktikan kepada orang lain bahwa kita akan bangkit dan mampu bangkit.
Terus bekerja, cukupi diri dan keluarga,  sisihkan untuk kewajiban seperti hutang apabila penghasilan kita sudah memungkinkan, jangan lupa konsisten menabung.  Pekerjaan awal ketika kita mau bangkit dari keterpurukan merupakan modal dasar sekaligus batu loncatan untuk upaya kita mencari pekerjaan yang lebih layak atau usaha yang lebih besar.
Jauhkan kekhawatiran dan keragu raguan, tanamkan keyakinan dan jiwa positif, kembangkan diri anda dengan terus belajar dan bekerja. Dan yakini bahwa di dunia ini jutaan orang bahkan ratusan juta mengalami hal ini bahkan lebih buruk, namun banyak diantara mereka yang mampu bangkit dan berhasil bahkan melebihi keberhasilannya sebelum terpuruk.
Semoga tulisan ini bisa memotivasi kita,  agar bisa terbebas dari keterpurukan dan berhasil dalam hidup. (fgm media).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arti dan Definisi CEO CFO CMO COO dan CTO di dalam sebuah Perusahaan

Pentingnya Investasi Bagi Milenials

Profil dan nasehat Warren Buffets, The value investor